FEELING INTROVERT
Mereka jenis komunikator yang hebat dan pandai menyampaikan rencananya mempengaruhi orang lain.
Mereka jenis komunikator yang hebat dan pandai menyampaikan rencananya mempengaruhi orang lain.
Kepribadiaanya aktif dan tidak ketinggalan jaman juga memiliki ide-ide besar tersendiri untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna. sayangnya kepribadian assembler ide ini kurang mandiri
Sikap positif yang dimilki sangat penuh gairah mereka sangat romantis lucunya mereka juga ‘anak mami’ tetapi untuk memulihkan dari down-nya ini tidak mudah.
Dalam hal mengelola keuangan mereka memiliki kepandaian untuk mengakumulasi nya, Tetapi Tipe Te tidak memiliki baterai didalam dirinya dan justru ia menghadirkan dari luar.
Mampu mengelola secara hebat namun takut untuk keluar dari zonanya. orangnya begitu sederhana apa adanya dan terlihat sangat egois tetapi sebenarnya sebenarnya tidak berniat memiliki semuanya.
Sosok yang begitu dermawan namun ia tidak akan menghabiskan semua hartanya karena selalu mau menyiapkan belanja untuk bersenang senang.
Sikap positif yang dimilikinya yaitu melakukan sesuatu sampai dengan selesai sebelum memulai semuanya yang lain .
(By: Abu Imam Alkasbi).
Saya suami ber MK Intuiting, Istri saya seorang Feeling. Suatu ketika (sebelum test STIFIn) kami berliburan ke Brastagi (daerah wisata pegunungan di Sumatera Utara).
Kami berangkat sedari pagi selepas subuh menghindari macet sekaligus memaksimalkan waktu bersama keluarga.
Sekitar pukul sepuluh malam kami baru tiba dirumah. Capek, sudah tentu, tapi pastinya kami semua senang, anak-anak pun senang.
Setelah membereskan semua barang, saya bergegas untuk tidur melepas lelah, tetiba istri menahan diri saya dan meminta waktu sejenak untuk ngobrol sebelum akhirnya bersamaan masuk ke kamar.
Saat badan saya terasa penat sekali sehabis menyetir seharian dan tidak ada cara lain selain segera tidur, namun istri masih meminta sedikit waktu untuk ngobrol, saya menolak. Saya beralasan mengobrol bisa dialihkan keesokan hari atau waktu yang lebih tepat lainnya.
Tetiba istri berkata “tuh kan ayah, ayah gak pernah mau dengerin mama, ayah selalu maunya sendiri, gak pernah punya waktu sedikit saja untuk kita ngobrol serius.”
“Yaudah, ngobrol aja dikasur”, jawab saya.
“Alah, pasti ayah tidor, ayah kan paling cepat soal tidor.”
Saya terhenyak, dan hati mulai panas. Keributan kecil pun terjadi. Dan kesenangan di hari itu kami tutup dengan memendam emosi, dan entahlah.
Setelah STIFIn, saya tersadar mengingat kejadian itu. Masing-masing kami tersadar bahwa mengapa saya yang Intuting selalu ingin tidur ketika lelah, dan istri selalu ingin ngobrol bahkan ketika penat sudah diubun-ubun. Karena ternyata kami memiliki kalibrasi yang berbeda-beda.
Sahabat, sadar atau tidak, disengaja atau tidak, miskomunikasi yang selalu terjadi dalam rumah tangga kita, tanpa ada upaya untuk memperbaikinya lambat laun akan menggerus kebahagiaan demi kebahagiaan kita dalam rumah tangga.
Apa yang terjadi dalam rumah tangga kami, cukuplah diambil hikmahnya saja, jangan sampai sahabat mencontoh hal yang sama, membiarkan sesuatu hal yang kita sendiri tidak tau bahwa kita belum tau.
Test STIFIn adalah salah satu ikhtiar untuk memutuskan rantai miskomunikasi itu.
Salam Sukses Mulia
Batam, 06 Feb 2019.
Bisnis Rendah Resiko!! Daftar Disini!!
Sumber materi : Monde Ariezta
Imajinasi merupakan gambaran ideal dari suatu gagasan atau cita-cita yang diimpikan. Oleh sebab itu, salah besar jika ada orang yang mengatakan bahwa imajinasi sama halnya dengan khayalan. Perlu teman-teman ketahui bahwa imajinasi bukan sekedar angan yang mengambang-ambang di awang layaknya sebuah khayalan. Ia adalah semangat yang akan membumikan cita-cita. Di dalam imajinasi terdapat usaha, yang dapat mengatur, mengolah, menata pola pengembangan cita-cita secara terukur, sehingga memiliki parameter untuk menggapai keberhasilan dari cita-citanya tersebut, lalu Khayalan merupakan persepsi yang salah dan palsu. Secara terminologis, ilusi berarti ide, keyakinan, atau kesan tentang sesuatu yang jelas-jelas keliru. Pada dasarnya berkhayal bukan hal yang baik karena dapat membuat orang menjadi bingung dan memiliki tekanan batin atau bahkan dapat menyebabkan orang menjadi kehilangan jati dirinya dan cenderung gila2an. . Lalu, mengapa imajinasi yang diaktifkan? Mengapa bukan khayalan?
Lawan Realitas adalah Fiksi. Fiksi banyak diproses di otak kanan, sementara realitas banyak diproses di otak kiri. Jika dipersempit lagi, meskipun pengguna otak kanan adalah Intuiting dan Feeling, namun fiksi lebih banyak dieksplorasi oleh Intuiting, dan meskipun pengguna otak kiri adalah Sensing dan Thinking, namun realitas lebih banyak digunakan oleh Sensing. Dalam STIFIn, tentu saja Sensing dan Intuiting adalah tipe yang bertolak belakang. Sensing lebih banyak menggunakan realitas untuk sampai pada tujuan, dan Intuiting lebih banyak menjelajahi fiksi untuk sampai pada tujuan. Dua-duanya akan sampai pada tujuan meski dengan cara yang berbeda, dan fiksi maupun realitas dua-duanya adalah energi positif.
Di satu sisi, Intuiting juga punya kemampuan membangun fiktif (kepalsuan), dan Sensing punya kemampuan membangun fakta. Fiktif memang lawan katanya fakta. Fiksi mengaktifkan imajinasi, sementara fiktif mengaktifkan khayalan. Dari sini sudah jelas perbedaan dasar Intuiting yang imajinatif dan pengkhayal, bahwa Intuiting imajinatif adalah yang lebih banyak menggunakan energi fiksi yang bermuatan energi positif, sedangkan Intuiting pengkhayal adalah yang lebih banyak menggunakan energi fiktif yang bermuatan energi negatif.
Cita-cita adalah hasil imajinasi karena dibangun oleh fiksi. Saat ditanya “apa cita-citamu?”, kemudian otak segera membangun proses fiksi untuk memunculkan harapan dan tujuan. Lain halnya jika ditanya ”apa yang sedang kamu kerjakan saat ini?”, maka otak segera melihat pada realitas. Fiksi akan membuatnya mampu membayangkan dirinya di masa depan dengan cita-cita itu, sementara realitas tidak mungkin akan membuatnya mampu menggambarkan bayangan dirinya di masa depan. Cita-cita perlu dibangun oleh fiksi dan imajinasi, sebab jika dibangun oleh realitas maka cita-cita tidak akan pernah setinggi langit karena selalu melihat kenyataan yang ada saat ini.
Ketika cita-cita dibangun oleh realitas kemudian terus dipaksakan tanpa adanya tindakan, yang akan terjadi adalah khayalan. Ia kemudian akan memunculkan gambaran masa depannya dalam bentuk khayalan, karena proses penjelajahan ke masa depannya terikat oleh realitas. Jadi kira-kira kalau dibuat sebuah narasi: ”Apa cita-citamu?” “Cita-citaku ingin jadi pengusaha transportasi nomor satu di Indonesia, tapi sepertinya tidak mungkin, sebab realitasnya saat ini aku hanyalah tukang becak, jadi cita-cita demikian hanyalah khayalan bagiku.” Akhirnya, tidak ada aksi dari orang itu untuk menjemput cita-citanya.
Dari penjelasan di atas, maka didapat poin-poin antara lain:
Intuiting yang cerdas adalah yang imajinatif, bukan pengkhayal.
Intuiting yang imajinatif lebih sering memainkan fungsi fiksi, bukan fungsi fiktif atau kepalsuan.
Intuiting yang fiksi, akan kaya dengan imajinasi, gagasan, dan pencapaian dengan lompatan-lompatan kuantum. Intuiting yang fiktif, akan kaya dengan kepalsuan, kebohongan, mengarang cerita, dan tidak ada pencapaian besar karena ia kalah oleh realitas dan hanya berputar-putar di khayalan.
Intuiting yang imajinatif, akan memiliki cita-cita dan impian yang besar. Intuiting yang pengkhayal, akan memiliki kebingungan arah dan impian yang kerdil.
Intuiting yang imajinatif dapat dibuktikan dengan lahirnya karya-karya (misal lukisan, karya seni, buku, tulisan, teknologi, dll.) dan pemikiran atau gagasan dari dirinya. Intuiting yang pengkhayal dapat dibuktikan dengan lahirnya bualan, pandai berbohong, stagnasi hidup, hingga madness (kegilaan).
Intuiting yang imajinatif mampu menggambarkan (imagine) apa yang mungkin terjadi di masa depan (prediksi) sehingga ia mampu menjadi trendsetter dan pemicu peradaban. Intuiting yang pengkhayal hanya hidup di lorong waktu seolah-olah semua bisa terjadi, dan dia hanya menjadi follower serta tenggelam oleh peradaban.
Sekarang pertanyaannya, bagaimana agar Intuiting menjadi lebih imajinatif dan bukan pengkhayal ? Perbanyaklah bermain dengan fiksi di otaknya. Ada beberapa prinsip dasar mengoptimalkan fiksi di otaknya. Salah satu prinsip dasarnya adalah, jangan terlalu terpaku dengan realitas. Biarkan realitas jadi cara Sensing untuk mencapai tujuannya. Fokuslah pada keberanian memunculkan gagasan dan hipotesis. STIFIn mengajak manusia untuk fokus mengoptimalkan kelebihannya. Kelebihan Intuiting adalah menggunakan fiksi dan imajinasi, karena fungsi neokortek kanan memang sangat mendukungnya 100%. Biarkan anak-anak Intuiting Anda bermain dengan fiksi, jangan diredam oleh realitas-realitas dari pemikiran Anda.
Hayy semuanya, kalian kenal dong dengan Seorang Sensing yang identik dengan kemistrinya yaitu HARTA (seperti pada postingan mimin sebelumnya di link : https://www.instagram.com/p/BrGCpxYHrdV/ ) ternyata seorang SENSING EKSTROVERT itu merupakan “PEMILIK DERMAWAN” loh dan itu masuk kedalam salah satu “KARAKTER TERBAIK SENSING EKSTROVERT”. Mau tau apalagi Karakter Terbaik dari Sensing Ekstrovert? Yuk lanjut aja.
.,.
Selain memiliki Karakter Terbaik “PEMILIK DERMAWAN”, ini lah 9 Karakter Terbaik lainnya dari Sensing Ekstrovert yang berbeda dengan Sensing Introvert. Okee lanjut aja yaaa.
– “PELAKSANA TERPRAKTIS”
– “PENANGKAP KESEMPATAN”
– “PENINDAKLANJUT TERINGKAS”
– “AHLI BAHASA TERBAIK”
– “PENGINGAT TERBAIK”
– “DIESEL TERSTABIL”
– “PEKERTA SUPER TANGGUH”
– “LOYALITAS PENYABAR”
– Dan “PENDAMPING PALING SETIA”
Ya itulah beberapa Karakter Terbaik Sensing Ekstrovert, buat kalian yang memiliki kenalan/teman yang ber MK sensing ekstrovert boleh dong di tag orangnya atau mungkin ada yang mau menambahkan karakter terbaik lainnya dari sensing ekstrovert selain yang mimin sebutkan diatas tadi boleh di share di kolom komentar.