Korban Keadaan
Kasihan sekali hidupnya ia selalu menyalahkan keadaan kenapa terlahir miskin, kurang fasilitas tidak kuliah, nikah kandas beban hidup banyak dan aneka gerutuan yang lain.
Pengalaman hidupnya tidak bikin ia realitis ia selalu mencari yang tidak ada pada dirinya. ia masih tetap saja merasa heran dan tidak bisa terima ketika yang terjadi diluar sana tidak sebagaimana isi kepalanya. Cilakanya ia terus menebarkan hawa negatif itu ke sekitarnya. Akhirnya ia kembali senidiri ditinggal banyak orang. Bahkan orang yang kasihan dengan dirinya pun sudah menilai too much cara komunikasipun berujung gagal makin tidak bisa dipahami.
Bagaimana membalikan keadaannya,? Sebenarnya sangat mudah. Pertama tukar dari scarcity mentality ( mental selalu merasa kurang) kepada abundance mentality (mental selalu merasa cukup0 kedua, jalankan saja yang pertama. Tidak ada yang lebih penting baginya selain mengubah menjadi mental kaya hati put first thing first ( letakkan pertama sebagai yang perfama)-nya disitu
Mulailah dari memberi hal-hal kecil, berterima kasih pada orang tersenyum mengapresiasi berpikir positif tebar aura positif lokalisir setiap problema di laci masalah, katakan dengan respek, jangan sepelekan orang jangan sok tahu hindari blaming, buang excuse, dan lihatlah segala sesuatu dengan penuh syukur.
Karena genetka anda pasti hebat keluarkan kehebatan itu. Namun buang dulu penghalangnya agar gak terus menjadi korban keadaan.
Referensi
Telaah bapak farid poniman, penemu STIFIn